Skip to main content

iBNews

Jelang Hari Tani Nasional 2026, Polda Jateng Imbau Peserta Jaga Kamtibmas dan Sampaikan Aspirasi Damai

Facebook
Twitter
WhatsApp

Menjelang peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2026, Polda Jawa Tengah mengimbau peserta aksi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Hak menyampaikan pendapat dijamin undang-undang, namun pelaksanaannya diharapkan tetap tertib, damai, dan menghormati hak masyarakat lain.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menegaskan, menjaga kamtibmas bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi juga peserta dan masyarakat.

“Aspirasi silakan disampaikan, tetapi mari dilakukan secara damai, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ujarnya, Rabu (23/9).

Menurutnya, peserta diharapkan menjaga ketertiban sejak keberangkatan menuju lokasi, selama kegiatan berlangsung, hingga selesai. Peserta juga diminta menghormati pengguna jalan, masyarakat sekitar, dan fasilitas umum.

“Kami berharap suasana tetap sejuk. Hindari tindakan yang memicu gangguan kamtibmas, jangan mudah terprovokasi, dan jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” jelasnya.

Yuliyanto menambahkan, koordinator lapangan memiliki peran penting menjaga ketertiban. “Koordinator dan peserta harus saling mengingatkan jika ada tindakan yang berpotensi mengganggu. Dengan komunikasi yang baik, aspirasi dapat tersampaikan tanpa mengganggu kepentingan masyarakat lainnya,” imbuhnya.

Agenda puncak HTN 2026 digelar Kamis (24/9) di Semarang dengan peserta dari Karesidenan Pati, meliputi Pati, Jepara, Rembang, Blora, Kudus, dan Grobogan. Elemen mahasiswa juga bergabung, di antaranya BEM UNNES, BEM UNDIP, KASBI, dan LBH Semarang.

Aliansi Jateng Guyub membawa isu pertambangan ilegal di Pegunungan Kendeng, konflik agraria, pembatasan hak sipil, serta geothermal di Gunung Lawu dan Gunung Ungaran.

Selain Semarang, kegiatan juga digelar di berbagai daerah. Di Karanganyar, audiensi dengan DPRD dijadwalkan Jumat (25/9). Di Cilacap, kelompok INYONG CILACAP dan BATA LAUT merencanakan aksi damai di Kantor Bupati atau DPRD. Di Salatiga, diskusi publik bertema “Memaknai Gerakan Reforma Agraria Nusantara” digelar Kamis (24/9).

Sementara di Kendal, kelompok TIKAM menggelar doa bersama bertajuk “Aksi Jogo Bumi Hari Tani” pada Kamis (24/9) pukul 13.00 WIB di Dusun Dayunan, Desa Pesaren, Kecamatan Sukorejo.

Polda Jateng menegaskan, penyampaian aspirasi dapat berjalan baik apabila dilakukan dengan tertib, saling menghormati, dan mengedepankan kepentingan bersama.

“Mari kita jaga bersama situasi kamtibmas. Sampaikan aspirasi dengan damai, hormati masyarakat lain, dan jangan mudah terprovokasi. Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Yuliyanto.

Sorot Banyumas