iBNews

Search

Ratusan Siswa Ikuti Seleksi Paskibraka Purbalingga, Hanya 31 yang Terpilih

Facebook
Twitter
WhatsApp

Dalam sebuah kompetisi yang sangat ketat, sebanyak 228 peserta mengikuti seleksi untuk menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Purbalingga tahun 2026.

Namun, hanya 31 orang yang akan berhasil terpilih untuk mengemban tugas tersebut.

Proses seleksi yang berlangsung selama empat hari ini mencakup berbagai tahapan yang dirancang untuk menilai kemampuan dan kesiapan para calon.

Peserta seleksi terdiri dari 132 putra dan 96 putri. Tahap awal seleksi dimulai dengan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), di mana setiap peserta harus mencapai ambang batas nilai sebesar 70 untuk dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

Dari keseluruhan peserta, sebanyak 117 putra dan 78 putri berhasil memenuhi kriteria tersebut dan dinyatakan lolos.

Seleksi berlanjut ke tahap Tes Intelegensia Umum (TIU). Pada tahap ini, kemampuan dasar akademik peserta diuji kembali, dan hasilnya menyisakan 89 peserta dari kalangan putra dan 57 peserta dari kalangan putri.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Purbalingga, Muchammad Umar Faozi, menjelaskan pentingnya passing grade dalam TWK dan TIU.

“TWK dan TIU ada passing grade yang harus dipenuhi, yakni ambang batas nilai 70,” ujarnya.

Setelah melewati dua tes awal tersebut, peserta kemudian menjalani tes kesehatan dan parade.

Sayangnya, dua peserta harus gugur karena faktor kesehatan yang tidak memenuhi syarat.

Selain itu, sebanyak 42 peserta lainnya terpaksa tereliminasi karena tidak memenuhi syarat fisik yang telah ditentukan.

Proses seleksi ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di antara calon anggota Paskibraka.

Setelah semua tahapan tersebut, tersisa total 102 peserta yang terdiri dari 61 putra dan 41 putri.

Mereka kemudian mengikuti tes Peraturan Baris Berbaris (PBB), sebuah tahap penting dalam menentukan kesiapan fisik dan kedisiplinan para calon pengibar bendera.

Pada hari terakhir seleksi, para peserta menjalani tes kepribadian serta penilaian bakat, yang bertujuan untuk menggali potensi lebih dalam pada diri masing-masing calon.

Dari rangkaian seleksi yang panjang dan ketat ini, hanya 31 peserta yang akan ditetapkan sebagai anggota resmi Paskibraka Kabupaten Purbalingga tahun 2026.

Komposisi akhir terdiri dari 20 putra dan 11 putri. Muchammad Umar Faozi juga memberikan pesan kepada mereka yang terpilih agar tidak hanya bangga dengan pencapaian ini tetapi juga siap menjalani pelatihan dengan penuh dedikasi.

“Kami berpesan kepada peserta yang terpilih nantinya agar dapat mengikuti sungguh-sungguh proses pelatihan,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan mengasah minat serta bakat selama proses pelatihan berlangsung.

Harapan besar disematkan kepada para calon anggota Paskibraka agar mereka tidak hanya menjadi simbol kebanggaan daerah tetapi juga mampu menunjukkan jiwa kepemimpinan dan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

Salah satu peserta bernama Abbell Fauzan Ramadan mencerminkan semangat optimisme di antara rekan-rekannya.

Ia mengungkapkan harapannya untuk bisa terpilih menjadi bagian dari tim Paskibraka Kabupaten Purbalingga tahun ini.

“Saya berharap bisa terpilih menjadi personel Paskibraka Kabupaten Purbalingga tahun ini,” tuturnya penuh harap.

Persaingan dalam pemilihan anggota Paskibraka memang sangat kompetitif, namun hal ini juga mencerminkan antusiasme generasi muda terhadap kegiatan-kegiatan kenegaraan serta penghormatan terhadap simbol-simbol negara seperti bendera Merah Putih.

Proses seleksi ini bukan hanya sekadar ajang pemilihan anggota tetapi juga sebagai wadah untuk mendidik generasi muda agar lebih mengenal sejarah bangsanya serta memperkuat rasa cinta tanah air.

Kegiatan seperti ini menjadi sangat relevan dalam upaya meningkatkan kesadaran kebangsaan di kalangan generasi muda saat ini.

Dengan adanya program-program seperti seleksi Paskibraka, diharapkan dapat membentuk karakter anak muda yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Sorot Banyumas