Skip to main content

iBNews

Dua Hari Dampingi Warga Manggarai Barat, Tim Trauma Healing Polda Jateng Pulihkan Psikologis Pascagempa

Facebook
Twitter
WhatsApp

Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah selama dua hari mendampingi warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 243 warga di Kecamatan Komodo mendapatkan pendampingan psikologis pada Rabu dan Kamis (19–20/8/2026).

Hari pertama, tim menyambangi Desa Seraya Marannu di Pulau Seraya Besar. Sebanyak 157 warga mengikuti kegiatan interaktif yang dikemas dengan pendekatan humanis. Warga diajak berbagi pengalaman dan menyampaikan perasaan mereka pascagempa.

Keesokan harinya, pendampingan dilanjutkan di Pos Bencana Rumah Bhabinkamtibmas Desa Golo Bilas dan Kampung Gorontalo, Desa Gorontalo. Sebanyak 10 warga mengikuti kegiatan di lokasi pertama dan 76 warga di lokasi kedua. Tim membuka ruang komunikasi, mendengarkan cerita, memberikan dukungan emosional, serta mengenalkan teknik relaksasi sederhana untuk mengurangi kecemasan.

Tim terdiri dari Ipda Putri Agustina, S.Psi., M.M., Psikolog Kepolisian Tk. I Bagpsi Ro SDM Polda Jateng, bersama Briptu Bagoes Hendra K., S.Psi., dan Briptu Narulita Dian H., S.Psi. Kegiatan mendapat dukungan Polres Manggarai Barat dan Polsek Komodo.

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menegaskan, pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut rumah dan kebutuhan pokok, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat.

“Gempa memang sudah berlalu, tetapi rasa takut dan kecemasan yang ditinggalkan tidak selalu hilang begitu saja. Karena itu, kami hadir untuk mendampingi masyarakat agar mereka memiliki kekuatan menghadapi masa sulit ini,” ujar Yuliyanto di Mapolda Jateng, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, kepedulian Polri harus diberikan secara utuh. Bantuan logistik tetap penting, namun dukungan psikologis juga diperlukan agar masyarakat kembali membangun rasa aman dan kepercayaan diri.

“Semoga kehadiran kami dapat membantu mengurangi kecemasan, memulihkan rasa aman, dan menumbuhkan semangat masyarakat untuk bangkit. Setelah bencana, kehidupan harus terus berjalan,” pungkasnya.

Sorot Banyumas